sholawat wahidiyah

Tanya jawab sekitar Sholawat Wahidiyah

1. “Bagaimana bacaan Sholawat Wahidiyah”……..?

 

Sholawat Wahidiyah terdiri dari: Hadiah Alfatehah kepada Nabi Muhammad SAW, hadiah Alfatehah kepada Al-Ghouts (Guru Pembimbing), Sholawat Wahidiyah, Sholawat Ma’rifat, Sholawat SHOLAWAT TSALJUL QULUB” (Sholawat salju hati / pendingin hati), Istighosah, do’a-do’a, termasuk bacaan QS. Adz-Dzariat: 50,  QS. Al-Isra’: 81, dan Al-fatehah sebagai penutup.

 

2. “Bagaimana Teks Sholawat Wahidiyah dan cara pengamalannya”……..?

 

Teks Sholawat Wahidiyah silahkan klik dokumen Page ini: silahkan download disini:
LEMBARAN SHOLAWAT WAHIDIYAH ARAB ARTI
KLIK  http://sholawat-wahidiyah.com/id/downld/arabnarti.pdf
LEMBARAN SHOLAWAT WAHIDIYAH LATIN AJARAN
KLIK http://sholawat-wahidiyah.com/id/downld/latinnajaran.pdf
LEMBARAN SHOLAWAT WAHIDIYAH ARAB AJARAN
KLIK http://ebookbrowse.com/arabnajaran-pdf-d281557394

 

Cara Pengamalannya ada di dalam teks Sholawat Wahidiyah.

 

3. “Apa faidah Sholawat Wahidiyah”…….?

 

Sholawat Wahidiyah berfaidah antara lain dan terutama untuk menjernihkan hati, menenangkan batin dan menentramkan jiwa serta meningkatkan daya ingat sadar / ma’rifat kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Esa Wa Rosulihi SAW”.

 

4. Apakah Wahidiyah termasuk Jam’iyyah Thoriqoh Mu’tabaroh?

 

Wahidiyah bukan termasuk Jam’iyyah Thorikoh Mu’tabaroh An Nahdliyyah. Wahidiyah bukan merupakan suatu ikatan atau perkumpulan Jam’iyyah Thoriqoh, AKAN TETAPI DAPAT JUGA DISEBUT THORIQOH, dalam arti “jalan” atau “sarana” menuju wushul sadar kepada Allah wa Rosulihi SAW.

 

Wahidiyah adalah Sholawat. Amalan sholawat tidak memerlukan sanad (silsilah). Sebab sholawat sanadnya langsung Rosululloh SAW. Berbeda dengan dzikir lainnya, harus ada sanadnya. Karena sanad di dalam Sholawat itu adalah Rosululloh SAW sendiri, sebagaimana diterangkan dalam kitab Sa’adatud Daroini Hal: 99.

 

Begitu juga para ahli-ahli tasawuf dari Zaman dahulu berusaha bersama-sama mencari jalan untuk menuju ma’rifat kepada Alloh SWT dengan berbagai THOREQOH atau jalan, dengan guru yang khamil-mukhamil. Namun di akhir zaman, para ulama tasawuf bersepakat (i’tibar), bahwa cara yang paling gampang dan tidak beresiko dalam pendekatan diri kepada Allah yaitu dengan memperbanyak bacaan Sholawat dan beristiqhfar. Maka dikatakan dalam kitab Sa’adatud Daroini yang berisi mengupas keutamaan sholawat:

“AGROBUT TURUQI ILLALLAH FI AKHIRI ZAMANI KATSROTUL ISTIQFAR WA SHOLAWATUL ‘ALANNABIY”

 

“Jalan yang paling dekat (menuju) kepada Allah pada akhir zaman, khususnya bagi orang-orang yang banyak dosa, adalah memperbanyak istiqhfar dan membaca sholawat kepada Nabi SAW”

 

Ditegaskan lagi oleh Syekh Hasan Al-Adawi di dalam kitab “Dailul Khoiror” yang kemudian dibenarkan dan dan didukung oleh para Ulama Shufi lainya yaitu sebagai berikut: ”Sesungguhnya membaca Shalawat kepada Nabi SAW itu bisa menerangi hati dan mewushulkan kepada Tuhan Dzat Yang Maha Mengetahui perkara ghaib.

 

5. “Apa dasar pengamalan Sholawat Wahidiyah selama 40 hari….?”

 

Nabi SAW bersabda :

“Tidak ada seorang hamba yang ikhlas mengerjakan amal karena Alloh selama 40 hari kecuali akan muncul pancaran nur-nur hikmah dari hati sampai ke lisannya”. (HR. Ibnul Addy dan Ibnul Juuzy dari Abi Musa Al-Asyary).

 

Nabi Musa menemui Tuhan di Bukit Sina setelah uzlah melepaskan diri dari hiruk pikuk dunia dengan mengisi hidupnya dengan ibadah dan dzikir selama 40 hari sebagaimana telah dijelaskan dalam QS al a ’raf 142.

Nabi Muhammad SAW. sebelum menerima wahyu pertama terlebih dahulu beliau menempa dirinya dengan uzlah di Gua Hira selama 40 hari

 

6. “Apakah Sholawat Wahidiyah boleh diamalkan oleh siapa saja……?”

 

Berikut dawuh Mbah Yahi / K.H. Abdul Madjid QS wa RA (Mualif Sholawat Wahidiyah) tentang Ijazah mutlaknya:

 

Yang artinya “Aku ijazahkan kepadamu Sholawat Wahidiyah ini untuk di amalkan, disiarkan dan diijazahkan kepada yang lain.”

 

Siapapun yang mendapat Sholawat Wahidiyah darimana saja dan dari siapapun itu, silahkan di amalkan. Tidak pandang bulu, siapapun yang mau, boleh mengamalkan tanpa ada batasan suku, golongan, ras, bangsa, agama, umur dan jenis kelamin. Tanpa ada bai’at dan syarat-syarat apapun. Ijazah mutlak dan bersifat umum, luas, dan dipermudah, dengan dasar “ikhlas tanpa pamrih”.

 

Setelah di amalkan supaya di syiarkan kepada keluarga, teman, dan masyarakat luas pada umumnya dengan sebaik dan sebijaksana mungkin.

 

Firman Alloh: “Dan Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf,  dan mencegah kepada yang mungkar, mereka orang-orang yang beruntung” (Ali-Imron: 104)

 

Hadist Rosululloh SAW: “Sampaikanlah apa yang datang dariku walaupun hanya satu ayat.” (HR. Bukhori dan Tirmidzi dari Ibnu Umar)

 

Hadist Rosululloh SAW: “Barang siapa yang menjadi sebabnya, orang menjadi Islam atas usahanya, wajiblah baginya masuk surga” (Riwayat Thobroni dari ‘Uqobah bin Amir)

 

Hadist Rosululloh SAW:  “Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. Muslim)

 

 

7. “Apakah ada dalil khusus yang berkaitan dengan Sholawat Wahidiyah…..?”

 

Membaca Sholawat kepada Rosul SAW dengan do’a Sholawat yang mana saja mutlak diterima; baik Sholawat yang waridah dari Nabi sendiri (yaitu yang disebut Sholawat ma’tsuroh), maupun yang susunan redaksinya dicipta oleh para Ulama (yaitu Sholawat yang disebut Sholawat ghoiru Ma’tsuroh). Misalnya: Sholawat Nariyah,Sholawat Munjiyat, Sholawat badar, dan termasuk pula Sholawat Wahidiyah. Sebab perintah membaca Sholawat-Salam yang disebutkan dalam Al-Qur’an :

 

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat atas Nabi, hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu semua untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan salam yang sebaik-baiknya”.(QS. AI Ahzaab : 56)

 

Adapun perbedaan Sholawat Wahidiyah dengan Sholawat- Sholawat yang lain, ialah: bahwa Sholawat Wahidiyah disertai ajaran tauhid dan ma’rifat dengan cara yang praktis dan positif.

 

8. “Apakah Sholawat Wahidiyah mempunyai tuntunan/ bimbingan/ ajaran sendiri..…?”

 

TIDAK..!. Karena yang dimaksud AjaranWahidiyah adalah bimbingan praktis lahiriyah dan batiniyah didalam mengamalkandan menerapkan tuntunan Rosululloh SAW mencakup bidang Syari’at dan Haqiqohmeliputi iman, pelaksanaan islam, perwujudan ihsan dan pembentukan AkhlaqulKarimah. Ajaran wahidiyah merupakan ajaran Tauhid dan Ma’rifat dengan cara yang praktis dan positif. Ajaran Wahidiyah bukan ajaran baru dalam Islam yang diada-adakan(Bid’ah) melainkan ajaran Islam itu sendiri yang bersumber dari Al-Quran,Hadits serta Ijma’ para Ulama’ Salafus Sholihin. Boleh diamalkan danditerapakan oleh siapa saja tanpa pandang bulu.

 

Adapun rumusan pokok-pokok bimbingan ajaran Wahidiyah yaitu :

 

- Lillah Billah.

- Lirrosul Birrosul.

- Yu’ti Kulla Dzi Haqqin Haqqoh.

- Taqdimul Aham Fal Aham tsumal Anfa’ Fal Anfa’.

 

Tujuan dari penerapan bimbingan ajaran Wahidiyah adalah agar seluruh kegiatan kita bernilai Ibadah, sehingga yang bernilai ibadah bukan hanya sholat saja, tetapi kita kerja, kita mandi, kita belajar, kita tidur, kita makan, dllakan bernilai ibadah 24 Jam – Jika kita niati LILLAH-BILLAH-LIROSUL-BIROSUL dst.

 

Dan ajaran ini  berdasarkan Qur’an, Hadist SAW serta Ijma’ para Ulama’ Salafus Sholihin yang bertujuan agar seluruh kegiatan kita dapat bernilai ibadah bila menerapkan Lillah-Billah-Lirosul-Birosul…. dst.

 

LILLAH : segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungan langsung kepada Alloh dan Rosul-Nya SAW, maupun yang hubungan dengan masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang wenang, asal bukan perbuatan yang merugikan/bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, melaksanakannya supaya disertai dengan niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih ! LILLAHI TA’ALA!, LAA ILAAHA ILLALLOOH ( = tiada tempat mengabdi selain kepada Alloh ). WAMAA KHOLAQTUL JINNA WALINSA ILLAA LIYA’BUDUUN ( = dan tiadalah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU ) (Al Dzariyaat-56)

 

BILLAH : Menyadari dan merasa senantiasa kapan dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin , adalah ALLOH TUHAN MAHA PENCIPTA yang menciptakan, menggerakkan dan menitahkannya. Jangan sekali-kali merasa lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kekuatan atau kemampuan. LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH ( tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Alloh-BILLAH )

 

Rosulullah bersabda : “La tataharraku dzarratun illa bi idzni Allahi”, yg maksudnya tidak akan bergerak satu dzarah pun melainkan atas idzin Allah.”

 

“Wa Allahu khalaqakum wa ma ta’malun” (Allohlah yang menciptakan kamu dan apa-apa yang kamu perbuat) (Qs.Ash-Shaffaat:96)

“Wa ma ramaita idz ramaita walakinna Allaha rama” (Bukanlah engkau yang melempar ketika engkau melempar melainkan Aku [Alloh]) (Qs.Al-Anfal:17)

 

LIRROSUL : Disamping niat mengabdikan diri / beribadah kepada Alloh- LILLAH seperti diatas, dalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, bukan perbuatan yang merugikan, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW. “ YAA AYYUHAL-LADZIINA AAMANUU ATHII ‘ULLOOHA WA ATHII ‘UR-ROSUULA WALAA TUBTHILUU A’MAALAKUM “ ( Hai orang-orang yang beriman ( BILLAH ), taatlah kepada Alloh ( LILLAH ) dan taatlah kepada Rosul ( LIRROSUL ), dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu sekalian ( Muhammad 33 )

 

BIRROSUL : Disamping sadar BILLAH seperti diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin ( yang diridhoi Alloh ) adalah sebab jasa Rosululloh SAW. “ WAMAA ARSALNAAKA ILLA ROHMATAN LIL’AALAMIIN “ (= Dan tiada Aku mengutus Engkau Muhammad melainkan rohmat bagi seluruh alam ( Al Anbiya 107 ). Penerapan LILLAH –BILLAH dan LIRROSUL-BIRROSUL seperti diatas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat “ ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOH SAW “

LILLAH – BILLAH and LIRROSUL – BIRROSUL (adalah perwujudan dzauqiyah dari dua pengakuan): ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOH Shollalloohu ‘alaihi wasallam

 

YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH : Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. Melaksanakan kewajiban disegala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Alloh wa Rosuulihi SAW, maupun kewajiban-kewajiban dalam hubungannya didalam masyarakat di segala bidang dan terhadap makhluk pada umumnya.

 

TAQDIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’ : Didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut supaya mendahulukan yang lebih penting ( AHAMMU ). Jika sama-sama pentingnya, supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya ( ANFA’U ). Hal-hal yang berhubungan dengan ALLOH wa ROSUULIHI SAW. Terutama yang wajib, pada umumnya harus dipandang “ AHAMMU “ ( lebih penting ) dan hal-hal manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau ummat dan masyarakat pada umumnya harus dipandang “ ANFA’U “ (lebih bermanfaat)

 

 

Aurod Mujahadah 717 (Yaumiah/harian)

Kegunaan Aurod Mujahadah 717 (Yaumiah/harian)

- Untuk mujahadah Yaumiyah/Harian (Jika sudah mengamalkan Mujahadah Sholawat Wahidiyah selama 40 hari, maka dianjurkan Mujahadah 717 sehari sekali, kalau bisa bersama keluarga)

-Untuk Mujahadah Usbuiyah ( Seminggu sekali bersama jama’ah sekampung)

- Untuk mengawali Mujahadah Keuangan)

- Mujahadah bagi pengamal Wahidiyah yang Wafat.

-Mujahadah Wukuf 3x rambahan.

- Mujahadah Hari Pahlawan dll

###########

BISMILLAHIRROHMANIROHIM

ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASSALAM, WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA’AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA’AALA ‘ANHUM

Al-Fatehah (7x)

ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI’ADADI MA’LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. …….(7X)

ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII’INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN…………. (7X)

YAA SYAFI’AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM ” ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM

WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII ” FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII

WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA ” FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA …….(7x)

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !……. (7x)

YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH ” ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH

WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH ” MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL’ALIYYAH……. (7x)

YAA SYAAFI’AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI ” SHOLAATUHUU’ALAIKA MA’SALAAMIHII,

DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII ” KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII ……. (7x)

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !……. (17x)

YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI ” ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII’IL UMAMI,

WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI’IIN ” BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN

YAA ROBBANAGH-FIR YASSIR IFTAH WAHDINAA ” QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA……. (7x)

ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH !……. (7X)

I S T I G H R O O Q ! ( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH )

AL-FATEHAH

 

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,

( ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A’WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA’AALA’ANHUM 3X )

( BALLIGH JAMII’AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ’AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO 7X )

( FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR 3X )

FAFIRRUU ILALLOOH ! …….(17X)

WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO !……. (17X)

AL-FATEHAH (1x)Selesai.

Aurod Mujahadah Makom/Kuburan

Mujahadah ini dilaksanakan di bulan Syawal/sehabis Idul Fitri. Bertujuan untuk mendo’akan ahli kubur khususnya leluhur kita yang telah mendahului.

Pelaksanaannya mujahadah di makom/kuburan selama 7 hari, setiap hari mujahadah 1 makom/kuburan, sehingga dalam 7 hari dapat 7 makom.

Jika dilaksanakan di rumah di laksanakan selama 14 hari, selama masih bulan syawal masih bisa.

Aurod mujahadah ini bentuk keprihatinan Beliau Mualif Sholawat Wahidiyah berdasarkan Hadist Beliau Rosululloh Bersabda: “Di bulan Romadhon ini seluruh siksa kubur di hentikan dan jika sehabis bulan Romadhon maka siksa ahli kubur yang berdosa akan dimulai”

############

AURODNYA:

ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADINSHOLLALLOOHU’ALAIHI WASSALAM.
WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA’AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHIRODLIYALLOOHU TA’AALA ‘ANHUM.
Khususon Ahli Qubur………... (Sebutkan nama kuburan tersebut atau ahlikubur kita yang telah mendahului)
membaca surat: Al-Fatehah (7x)
 
ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI’ADADI MA’LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. …….(7X)
 
ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII’INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN…………. (7X)
 
YAA SYAFI’AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM ” ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM
WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII ” FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII
WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA ” FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA …….(7x)
 
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !……. (7x)
 
YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH ” ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH
WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH ” MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL’ALIYYAH……. (7x)
 
YAA SAYYIDII YAA AYYUHAL-GHOUTSU (1000x)
 
YAA SYAAFI’AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI ” SHOLAATUHUU’ALAIKA MA’SALAAMIHII,
DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII ” KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII ……. (7x)
 
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !……. (1000x)
 
YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI ” ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII’IL UMAMI,
WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI’IIN ” BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN
YAA ROBBANAGH-FIR YASSIR IFTAH WAHDINAA ” QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA……. (7x)
 
YAA ROBBANAGH-FIR YASSIR IFTAH WAHDINAA ” QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA……. (100X)
 
ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH !……. (7X)
 
I S T I G H R O O Q ! ( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH )

 

AL-FATEHAH

 

Kemudian berdoa tangan di angkat:

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,

 

ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A’WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA’AALA’ANHUM (3X)

 

BALLIGH JAMII’AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ’AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO (7X)

 

FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR (3X)

 

Selesai berdo’a tangan diturunkan.

 

FAFIRRUU ILALLOOH ! …….(1000X)

 

WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO !……. (17X)

 

AL-FATEHAH

Selesai

AUROD MUJAHADAH LADUNI

Jika sudah mengamalkan Sholawat Wahidiyah selama 40 hari atau mengamalkan “YAA SAYIDII YAA ROSULULLOH” 30 menit sekali duduk selama 40 hari dianjurkan Mujahadah Laduni.

 

Diamalkan selama 40 hari, dengan niat LILLAH-BILLAH dst. Syukur-syukur disertai Riyadhoh/puasa lebih bagus.

 

AUROD MUJAHADAH LADUNI

 

Bismillaahir rahmaanir rahiim

- Ilahadlrati sayyidina muhammadin shalallahu ‘alaihi wassalam.

Al Faatihah  (Membaca Surat Alfatehah 3x)

 

Di hadiyahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam.

 

- Asholaatu wassalaamu ‘alaika wa ‘alaa aalaika yaa sayyidii yaa rasuulallaah ‘allimnii warabbinii (100x)

Rahmad ta’dhim dan keselamatan semoga tetap tercurah kepadamu dan juga kepada keluargamu Duhai pemimpinku Duhai utusan Alloh

 

- Yaa sayyidii yaa rasuulallaah (1000x)

Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh.

 

- Wa ilahadlrati ghautsi hadzaz zaman radliyallaahu ta’aalaa ‘anhu,

Al Faatihah  (Membaca Surat Alfatehah 3x)

 

Dan di hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman Rodiyallohu ta’alaa Anhum.

 

- Assalaamu ‘alaika yaa sayyidii yaa ayyuhal ghauts ‘allimnii warabbinii  (100x)

keselamatan semoga tetap tercurah kepadamu Duhai  pembimbingku Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman

 

- Yaa sayyidii yaa ayyuhal ghauts (1000x)

 Duhai  pembimbingku Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman

 

Berdo’a:

Allaahumma yaa man huwa fii ‘ulwihii kaa-i-nun,

Yaa man huwa fii ‘ilmihi muhiithun,

Yaa man huwa fii ‘izzihii lathiifun,

Yaa man huwa fii luthfihii syariifun,

Yaa man huwa fii fi’lihii hamiidun,

Yaa man huwa fii dzaatihii qadiimun,

Yaa man huwa fii mujdihii muniirun,

Yaa man huwa fii ‘athaa-i-hii katsiirun. Allaahumma akrimnaa minka binuurilfahmi, wa akhrijnaa min dhulumaatilwahmi, Warzuqnaa fahmannabiyyina wa hifdhalmursaliin, wa hifdha sayyidinaa muhammadin shalallaahu ‘alaihi wasalam, wa ilhaamal malaa-i-katil muqarrabiina, birahmatika yaa arhamar raahimiina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. (21 x)

 

 

Al Faatihah… (Membaca Surat Al-Fatehah 1x)

 

Arti Do’a:

Yaa Allah Tuhan yang Maha Tetap dan tak pernah bergeser Keluhuran-Nya,

Tuhan yang Meliputi apapun ilmu Pengetahuan-Nya,

Tuhan yang Maha Halus Ke-Agungan-Nya

Tuhan yang Maha Mulia Kelembutan-Nya

Tuhan yang Maha Terpuji Perbuatan-Nya

Tuhan yag Terdahulu tanpa permulaan Dzat-Nya

Tuhan yang Bercahaya Ke-Agungan-Nya

Tuhan yang berlimpah Pemberian-Nya

Yaa Allah, anugerahkanlah kepda kami nur kepahaman (dan pengertian),

Dan selamatkan kami dari (paham/ajaran) yang menyesatkan, Dan anugerahkan kepda kami pahan pengertian sebagaimana paham pengertian para Nabi, Dan jagalah kami sebagaimana Engkau menjaga para Rasul, (khususnya) Nabi Muhammad SAW Dan ilhamkanlah kepda kami (ilmu) sebagaimana Engkau ilhamkan kepda para malaikat muqarrabiin dengan kasih sayang-Mu, duhai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah dan segala puji terlimpah ruah hanya untuk-Mu

 

*)Sumber Majalah AHAM Edisi 89/Th.X/Jumadal Ula 1431 H halaman 28

 

#################

 

Pengertian Ilmu/do’a laduni:

 

  • Konsep ilmu laduni berasal dari kalimat ”min ladunna iman” artinya ilmu yang diberasal dari sisi Kami (Allah), yang tercantum dalam QS Al Kahfi : 65. Silakan dilihat juga QS Al Kahfi 66-82.
  • Menurut tokoh-tokoh Ulama Sufi/Tasawuf, seperti Al Junaidi, Abu Yazid Al Busthami, Ibnu Arabi, Imam Al Ghazali dll meyakini keistimewaan ilmu laduni. Ilmu yang didapat tanpa belajar dan langsung pandai. Ia merupakan ilmu yang paling agung dan puncak dari segala ilmu. ilmu pemberian  langsung dari kehendak dan urusan Allah SWT. Bagaimana bentuk ilmu ini dijelaskan secara kongkrit ? Ujud ilmu Ladunni ini berupa ilham spontan yang memancar dari lubuk hati kemudian terpancarkan melalui akal dan fikir. Dengan mujahadah, pembersihan dan pensucian hati akan terpancar nur dari hatinya. Tidaklah bisa diraih ilmu ini kecuali setelah mencapai tingkatan ma’rifat melalui latihan-latihan, amalan-amalan, ataupun dzikir-dzikir tertentu. Ilmu ini hanya ada dalam pembahasan Hakikat/Tasawuf dan biasanya melalui tawasul kepada Guru Mursyidnya.
  • Imam Al Ghazali menyebut Ilmu Laduni adalah ilmu yang dipancarkan langsung oleh Tuhan ke lubuk hati manusia tanpa proses belajar terlebih dahulu melalui proses metode ilmiah. Dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin 1/11-12 berkata: “Ilmu kasyaf adalah tersingkapnya tirai penutup, sehingga kebenaran dalam setiap perkara dapat terlihat jelas seperti menyaksikan langsung dengan mata kepala.
  • Ibn Arabi menjelaskan bahwa ilmu laduni ini terpancar ke dalam hati manusia, tanpa diusahakan dan tanpa menggunakan argumentasi aqliyah (fikiran)
  • Al Harawi dalam kitabnya “Manazil As Sairin” disebutkan bahwa Ilmu Laduni adalah ilmu yang diberikan oleh Allah ke dalam hati tanpa sebab yang dilakukan seseorang hamba.
  • Abdul Qadir Al-Jailani memberikan pengertian bahwa ilmu laduni itu ilmu rohani dan pengetahuan hikmah (kebijakan) yang dapat diperoleh melalui perbuatan yang terus menerus dalam waktu lama dalam hal kebaikan dan kesalehan (istiqomah).
  • Contoh Sahabat yang memiliki ilmu mukasyafah adalah Umar bin Khotob.
  • Hadits Imam Al Bukhari, Nabi Khidlir alaihissalam pemilik ilmu laduni/hakikat  Nabi Musa alaihissalam pemilik ilmu syareat:

“Sesungguhnya aku berada di atas sebuah ilmu dari ilmu Allah yang telah Dia ajarkan kepadaku yang engkau tidak mengetahuinya. Dan engkau (juga) berada di atas ilmu dari ilmu Allah yang Dia ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya juga.”

 

LEMBARAN TAHLIL PRAKTIS

 

• AL¬-FATEHAH 3x/7x (Di hadiahkan kepada siapa saja yang di kehendaki)

 

• LAA ILLAHA ILLALLAH WAALLAHU AKBAR

 

• AL-IKLASH 3X

 

• LAA ILLAHA ILLALLAH WAALLAHU AKBAR

 

• AL-FALAQ 1X

 

• LAA ILLAHA ILLALLAH WAALLAHU AKBAR

• AL-NAAS 1X

 

• LAA ILLAHA ILLALLAH WAALLAHU AKBAR

 

• AL-FATEHAH 1X

 

• BISMILLAAHIIR ROHMAANIR RAHIIM. ALLIF LAAMMIIM. DZAALIKAL KITAABU LAA RAIBA FIIHI HUDAL LILMUTTAQIIN. ALLADZIINA YU-MINUUNA BIL GHAIBI WA YUQIIMUUNASH-SHALAATA WA MIMMA ROZAQNAAHUM YUNFIQUUN. WALLADZIINA YU’MINUUNA BIMAA UNZILA ILAIKA WA MAA UNZZILA MIN QOBLIK, WA BIL AAKHIROOTI HUM YUUKINUUN. ULA A-IKA ‘ALAA HUDAM MIR RABBHIM WA ULAA-IKA HUMUL MUFLIHUUN. (AL-BAQOROH: 1,2,3,4,5)

 

• WA ILAAHUKUM ILAAHUW-WAAHIDUL LAA ILAAHA ILLAA HUWAR RAHMAANUR-RAHIM. ( AL-BAQOROH: 163)

 

• ALLAAHU LAA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM, LAA TA’KHUDZUHUU SINATUM WA LAA NAUM, LAHUU MAA FIS SAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI, MAN DZALLADZII YASYFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI-IDZNIHII, YA’LAMU MAA BAINA AIDIHIIM WA MAA KHALFAHUM WA LAA YUHIITZUUNA BISYAI-IM MIN ‘ILMIHII ILLAA BIMAA SYAA-A WASI-A KURSYYUHUS SAMAA WAATI WAL ARDHA WA LAA YA-UUDUHUU HIFZHU-HUMAA WA HUWAL ‘ALIYYULM ‘AZHIM. (AL-BAQOROH : 225)

 

• LILLAHI MAA FIS SAMAAWATI WA MAA FIL ARDHI, WA IN TUBDUU MAA FII ANFUSIKUN AU TUKHFUUHU YUHAASIBKUM BIHILLAAH. FA YAGFIRU LIMAY YASYAA-U WAYU ADZ-DZIBU MAY YASYAA-U WALLAAHU ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR.AAMANAR RASUULU BIMAA UNZILA ILAIHI MIR-RABBIHII WAL MU-MINUUN, KULLUN AAMANA BILLAAHI WA MALA-IKATIHII WA KUTUBIHII WA RUSULIHI LAA NUFARRIQU BAINA AHADIM MIRRUSULIHII WA QAALUU SAMI’NA WA ATHA’NAA GUFRAANAKA RABBANAA WA ILAIKAL MASHIIR. LAA YUKALLIFULLAAHU NAFSAN ILLAA WUS’AHAA MAA KASABAT WA’ALAIHA MAKTASABAT, RABBANAA LAA TU-AAKHIDZNNA IN NASIINAA AU AKTHHA’NAA, RABBANAA WA LAA TAHMIL, ALAINAA ISRHAN KAMAA HAMALTAHUU ‘ALAL LADZIINA MIN GABLINAA, RABBANA WA LAA TUHAMMILNAA MAA LAA THAAQATA LANAA BIH (WA’FU ‘ANNAA, WAGHFIR LANNAA WARHAMNA 17X)

{WA’FU ‘ANNAA, WAGHFIR LANNAA WARHAMNA ANTA MAULAANAA FANSHURNAA ‘ALAL QAUMIL KAFIRIN. *Dibaca imam} ( AL-BAQOROH : 284, 285, 286)

 

• {IRHAMNAA YAA ARHAMAR RAAHIMIN. 17X}

 

• {IRHAMNAA YAA ARHAMAR RAAHIMIN, RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUHU ‘ALAIKUM AHLAL BAITI INNAHUU HAMIIDUM MAJIID. (HUD:73) INNAMAA YURIIDULLAAHU LIYUDZHIBA ‘ANKUMURRIJSA AHLAL BAITI WA YUTHAHHIRAKUM THAT-HIIRAN. (AL AHZAAB : 33) A‘UU DZU BILLAHI MINAS SYAITHONNIR ROJIIMIN, INNALLAAHA WA MALAA-IKATAHU YUSHALLAAHU ‘ALANNABIYYI YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUU SHALLUU ‘ALAIHI WA SALLIMUU TASLIIMAA *dibaca imam} (AL AHZAAB: 56)

 

• ALLAAHUMMA KAMAA ANTA AHLUH: SHALLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAAWAMAULAANAA, WASYAFII’INAA, WAHABIIBINAA, WAQURROTI  A’YUNINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLU; NAS ALUKALLAAHUMMA BIHAQQIHII AN TUGHRIQONAA FI LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTA LAANAROO  WALAA NASSMA’AA WALAA NAJIDA WALA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLA BIHAA’ WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLAH. WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLAAH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLAH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLAH, WATAMAAMA RIDWAANIKA YAA ALLAH WASHOLLI  WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA ‘ALAIHI WA ‘ALAA AALIHII WASHOHBIH. ‘ADAADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WA AHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI  ROBBIL ‘AALAMIN. (1x)

 

Arti Sholawat Ma’rifat: Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi Syafa’at kami, Kecintaan kami, dan Buah jantung hati kami Kamjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi WaSallam yang sepadan dengan keahlian Beliau, kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, dengan hak kemuliaan Beliau, tenggelamkanlah kami didalam pusat dasar samudra ke-Esaan-MU sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, dan tiada kami bergerak maupun berdiam, melainkan senantiasa merasa didalam samudra Tauhid-MU dan kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ni’mat karunia-MU yang sempurna Yaa Alloh, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna Yaa Alloh, cinta kepad-MU dan menjadi kecintaan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ridho kepada-MU dan memperoleh ridho-MU pula yang sempurna Yaa Alloh. Dan sekali lagi Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat salan dn barokah atas Beliau Kanjeng Nabi dan atas keluarga dan sahabat Beliau sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan termuat di dalam Kitab-MU, dengan Rahmat-MU Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam.

 

• {HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIIL. (ALI ‘IMRAN: 173), NI ‘MAL MAULAA WA NI’MAN NASHIIR. (AL-ANFAAL: 40), WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIM *dibaca imam}

 

• ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIMM. 17X

 

• {NAWAITU TAQORRUBAA ILLALLAHI WA KHURUUJAAN MIN JAMI’IIL MAASHI AF DHOLUDZ DZIKRI FA’LAM ANNAHU. (*dibaca imam)}

 

• LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMADARROSUULULLAH ALAIHI WA SALIM (3X)

 

• LAA ILAAHA ILLALLAAHU (41X)

 

• {LAA ILAAHA ILLALLAAHU-LAA ILAAHA ILLALLAAHU (7X)}

 

• LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMADARROSUULULLAH SHALLALAHU ALAIHI WASALIM. (1X) (dibaca pelan bersama-sama antara imam dan makmum)

 

• {ALLAHUMMA SHALLI’ ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN-ALLAHUMMA SHALLI’ ‘ALAIHI WA SALLIM. (3X) (dibaca bergantian imam dan jama’ah)}

 

• SUBHAANALLAH WA BIHAMDIHII. SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIM. (17X) (dibaca bersama-sama)

 

• ALLAHUMMA SHALLI’ ‘ALAA HABIIKA SAYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAAIIHII WA SHABBIHII WA SALLIM (3X)

 

• ALLAHUMMA  SHALLI’  ‘ALAA HABIIKA SAYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAAIIHII WA SHABBIHII WA BARIK WA SALLIM AJMA’IIN. (1X) (dibaca bergantian imam dan jama’ah)

 

• AL-FETEHAH

 

• SELESAI

 

 

 

 

One response to “sholawat wahidiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s